Senin, 30 November 2009

Tawuran Pelajar Bagaimana Solusi Pemecahannya

Tawuran pelajar merupakan salah satu bentuk perilaku negatif yang sangat marak terjadi dikota -kota besar, misalnya Jakarta. Permasalahan remeh dapat menyulut pertengkaran individual yang berlanjut menjadi perkelaian masal dan tak jarang melibatkan penggunaan senjata tajam atau bahkan senjata api. Banyak korban yang berjatuhan, baik karena luka ringan, luka berat, bakan tidak jarang terjadi kematian. Tawuran ini juga membawa dendam berkepanjangan bagi para pelaku yang terlibat didalamnya dan sering berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Hal ini tentunya merupakan fenomena yang sangat memprihatinkan. Generasi yang diharapkan mampu membawa perubahan bangsa kearah yang lebih baik ternyata jauh dari harapan. Kondisi ini juga dapat membawa dampak buruk bagi masa depan bangsa. Lickona menyebutkan beberapa tanda dari perilaku manusia yang menunjukkan arah kehancuran suatu bangsa antara lain meningkatnya kekerasan dikalangan remaja, pengaruh kelompok sebaya terhadap tindakan kekerasan, dan semakin kaburnya pedoman moral.

Upaya-upaya telah dilakukan berbagai pihak, baik birokrasi pendidikan, kalangan pengajar, organisasi masyarakat, maupun LSM untuk menanggulangi masalah ini secara formal. Namun, upaya-upaya tersebut belum membawa hasil yang sangat bermakna jika dilihat dari rendahnya perubahan frekwensi tawuran yang terjadi dari tahun ketahun. Pada tahun 2001, Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP-PAI) SMK DKI Jakarta menggagas penerapan metode baru yaitu pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan Pendekatan Dakwah Sistem Langsung (DSL) sebagai program wajib di SMK-SMK Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari sistem pembinaan kesiswaan yang pelaksanaannnya pada tahap awal diprioritaskan pada sekolah yang sering terlibat tawuran. Penanganan moral remaja secara intensif ini sangat tepat jika dihubungkan dengan latar belakang tawuran pelajar, karena menurut Malik (2002) rendahnya moralitas remaja memiliki peran yang sangat besar dalam melatar belakangi tawuran pelajar Program ini telah diuji coba pada siswa muslim di SMK Poncol Jakarta Pusat dan SMK Budi Utomo. Penerapan ini telah berhasil menurunkan angka tawuran disekolah tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar